Dagangku.com Pusat Jual Modem power bank murah harga distributor: Buah pisang yang hilang

RSS

Cara Pemesanan melalui SMS

MOHON MAAF WEB DAGANGKU.COM MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Format pesan: NAMA Penerima#BARANG (JUMLAH)#ALAMAT LENGKAP Penerima#Email Contoh: Yanto#modem ZTE Vodafone K4505-Z HSPA (1)#Taman Wisma Asri Blok CC 28 No 2 bekasi Utara#yanto_ganteng@gmail.com
=========================================================
demi keamanan kami akan mengirimkan data pesanan melalui email berikut cara pembayaran dan confirmasinya

Buah pisang yang hilang

Buang pisang di kebun kecil kami raib diserobot pencuri. Kepada kami cuma ditinggalkan bekas-bekasnya, ceceran kotoran bekas cacahan di mana-mana. Semakin kami pandangi aneka kotoran ini semakin kami merasa terintimidasi. Mencuri ya mencuri, tetapi ya jangan sambil meledek seperti ini. Kotoran itu, seperti sengaja diacak-acak sedemikian rupa agar efek kehilangan ini lebih terasa. Maka setiap memandangi serpihan itu, yang terbayang adalah serpihan hati kami sendiri.

Tetapi yang disebut kami itu sebetulnya cukup diwakili oleh Bapak saya. Kebun sepetak itu adalah ladang kembegiraan di masa tuanya. Beliau pula yang merawat, mencintai dan memperlakukan kebun itu sebagai teman di hari tuanya, tak terkecuali pisang yang hilang itu. Setiap detail pertumbuhan pisang ini, tidak lepas dari pengamatannya. Ketika ia sudah mulai berbunga dan menongolkan jantungnya, Bapak berkabar dengan gembira. ''Pisang di kebun kita mulai ada hasilnya,'' katanya waktu itu.

Pisang ini melulu yang ia bicarakan setiap saya berkunjung kepadanya. ''Sudah mulai muncul buahnya,'' kata Bapak. ''Kau perlu menengoknya,'' tambahnya. Saya biasanya selalu mengiyakan dan pura-pura gembira terhadap tema ini walau pikiran saya sebetulnya mengembara ke mana-mana. Ke sejumlah pekerjaan yang belum usai, ke rencana-rencana yang masih terbengkalai, ke target-target hidup yang memenuhi benak. Maka persoalan pisang itu pasti menjadi tema yang menyebalkan jika yang berbicara bukan bapak saya.

Di hari-hari berikutnya, pisang ini lagi yang menjadi tema wajib dialog kami. ''Ia telah membesar. Beberapa minggu lagi telah bisa dipotong. Tengoklah kalau ada waktu,'' katanya. Lama-lama saya penasaran juga. Toh jarak kebun itu hanya sekelebatan dari rumah, maka tak ada salahnya menengok buah yang menjadi isu terpanas dalam keluarga besar kami. Woo boleh juga. Ranum, mulus, dan penuh. Buah ini tumbuh sempurna dan dari pisang jenis kesukaan saya pula. Kini ganti sayalah yang bersemagat bicara tentang pisang ini. Pisang ini, telah menjadi kegemparan di rumah kami. Sampai kemudian hari penentuan itu tiba.

Kami telah menghitung hari. Bapak adalah pihak yang pasti amat cermat soal ini. Mulai dari membangun rumah, menentukan hari perkimpoian saya, sampai hari kapan menegur buah pisang, tak pernah lepas dari hitung-hitungan ''hari baik'' Bapak. Tetapi mungkin karena saking telitinya menghitung, Bapak malah kalah cepat dengan pencuri yang ternyata juga memiliki hari baiknya sendiri. Pisang kebanggaan kami lenyap, dan yang tinggal hanya cacahan kotoran di sana-sini. Saya melihat Bapak yang terpukul dan amat kecewa.

Saya mengerti betul kekecewaan jenis ini. Karena ada saja pagar-pagar yang lebih baik dibiarkan kosong, padahal ia bisa dirembeti oleh tanaman anggur, tetapi batal dilakukan cuma karena jika ia berbuah, kita khawatir kalah cepat dengan pencuri. Ada seorang yang memlih menebang pohon buahnya, karena tak tahan melihat betapa pohon ini tak pernah tenteram dari gangguan. Katimbang diganggu, lebih baik sama sekali tidak menanam. Dari pada sakit hati, lebih baik semuanya tidak makan. Begitulah kejamnya kekecewaan ini, sehingga seseorang merasa lebih tidak menanam sama sekali, dan puncaknya; lebih baik sama-sama tidak makan!

Saya dan Bapak saya pasti juga tidak terlepas dari kekecewaan semacam ini. Cuma kami berdua sepakat untuk saling menyemangati, ayo tanam lagi, meskipun akhirnya cuma untuk dicuri lagi. Karena jika jika seseorang enggan membangun cuma karena takut rusak, enggan mandi cuma karena takut kotor lagi, ogah makan cuma karena pasti lapar lagi, bumi bisa berhenti berputar dan kehidupan akan macet.

Maka pisang yang hilang ini membuat kami malah menjadi semangat sekali. Belum pernah terjadi dalam hidup kami, pencuri malah menyemangati kami seperti ini!

Website>> : WWW.DAGANGKU.COM
~* Learning For Lifelihat, dengar, dan rasakan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Bukti Pengiriman

Bukti Transaksi pengiriman Terakhir, bisa di cek melalui www.jne.co.id(buat calon pembeli yg masih ragu bertransaksi dengan kami, silahkan tanyakan langsung kpd buyer kami di no hp dibawah)

Nama Alamat Phone No Resi Pengiriman(JNE)
TEDI
(modem huawei e3220)
GIIC KOTA DELTAMAS BLOK AA NO 15, CI KODE POS:17811 PT SANKI CRANES INDONESIA City : Jawa Barat - Cikarang Pusat
Postal Code : 17811
085795034926 #2277392890009
DEDI S(Modem vodafone e172) JL Raya Pekapuran gang bhakti 1 kp.babakan rt/rw:007/01 no 34
KEL.Sukatani KECAMATAN. TAPOS
DEPOK - Jawa Barat
Kode Pos : Depok - 16954
083894334181 #2277397150009
FAUZAN
(Modem
Huawei e220)

Desa Sumber Anyar RT 004/ RW 002 Kec Jambe sari
Kabupaten Bondowoso
Jawa Timur - Bondowoso
kodepos : 68263
085236120419 #2341547970004
Nurhadi
(Modem sierra 312u)

Wonorejo Rt 004/ 003
Polokarto Sukoharjo
Jawa Tengah - Sukoharjo
kodepos : 57555
085229340001 #2341557300006
Danny
(Modem sierra 312u)
Jl Ciumbuleuit gg. Suhari, 96c/155a, kel hegarmanah kec cidadap, Jawa Barat - Bandung, kodepos=40141 083199440068 #2341626380007
Muhammad Syafi'i
(modem nokia cs 15)
Pekalongan Rt05 Rw 02, Batealit Jepara, jateng kode pos=59461 081390879090 #2341627200007