Dagangku.com Pusat Jual Modem power bank murah harga distributor: Manusia pemenang adalah manusia yang responsif

RSS

Cara Pemesanan melalui SMS

MOHON MAAF WEB DAGANGKU.COM MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Format pesan: NAMA Penerima#BARANG (JUMLAH)#ALAMAT LENGKAP Penerima#Email Contoh: Yanto#modem ZTE Vodafone K4505-Z HSPA (1)#Taman Wisma Asri Blok CC 28 No 2 bekasi Utara#yanto_ganteng@gmail.com
=========================================================
demi keamanan kami akan mengirimkan data pesanan melalui email berikut cara pembayaran dan confirmasinya

Manusia pemenang adalah manusia yang responsif

"Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan)."

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, "ChaNge". Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Ditengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. "Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, Silahkan ambil, silahkan ambil. Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, Kembalikan, kembalikan! Saya mengatakan, Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

-Saya pikir Bapak cuma main-main
-Nanti uangnya toh diambil lagi.
-Malu-maluin aja.
-Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!
-Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu
-Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya.
-Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas
-Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang
-Saya, kan duduk jauh di belakang
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan) , tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai "gila"nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. 'Gila aja'.ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila.
Mereka itu semua sakit. Lantas, apa yang kamu maksud 'sakit'?

Orang sakit (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari.katanya penuh semangat. Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif.

"Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya."

Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!

"Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja."

Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.

Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah :

"Winners take action, they simply get up and do what has to be done".

Selamat bergerak!



Learning for life
lihat, dengar, dan rasakan
http://www.dagangku.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Bukti Pengiriman

Bukti Transaksi pengiriman Terakhir, bisa di cek melalui www.jne.co.id(buat calon pembeli yg masih ragu bertransaksi dengan kami, silahkan tanyakan langsung kpd buyer kami di no hp dibawah)

Nama Alamat Phone No Resi Pengiriman(JNE)
TEDI
(modem huawei e3220)
GIIC KOTA DELTAMAS BLOK AA NO 15, CI KODE POS:17811 PT SANKI CRANES INDONESIA City : Jawa Barat - Cikarang Pusat
Postal Code : 17811
085795034926 #2277392890009
DEDI S(Modem vodafone e172) JL Raya Pekapuran gang bhakti 1 kp.babakan rt/rw:007/01 no 34
KEL.Sukatani KECAMATAN. TAPOS
DEPOK - Jawa Barat
Kode Pos : Depok - 16954
083894334181 #2277397150009
FAUZAN
(Modem
Huawei e220)

Desa Sumber Anyar RT 004/ RW 002 Kec Jambe sari
Kabupaten Bondowoso
Jawa Timur - Bondowoso
kodepos : 68263
085236120419 #2341547970004
Nurhadi
(Modem sierra 312u)

Wonorejo Rt 004/ 003
Polokarto Sukoharjo
Jawa Tengah - Sukoharjo
kodepos : 57555
085229340001 #2341557300006
Danny
(Modem sierra 312u)
Jl Ciumbuleuit gg. Suhari, 96c/155a, kel hegarmanah kec cidadap, Jawa Barat - Bandung, kodepos=40141 083199440068 #2341626380007
Muhammad Syafi'i
(modem nokia cs 15)
Pekalongan Rt05 Rw 02, Batealit Jepara, jateng kode pos=59461 081390879090 #2341627200007