Dagangku.com Pusat Jual Modem power bank murah harga distributor: Belajar Pada Si Gila

RSS

Cara Pemesanan melalui SMS

MOHON MAAF WEB DAGANGKU.COM MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Format pesan: NAMA Penerima#BARANG (JUMLAH)#ALAMAT LENGKAP Penerima#Email Contoh: Yanto#modem ZTE Vodafone K4505-Z HSPA (1)#Taman Wisma Asri Blok CC 28 No 2 bekasi Utara#yanto_ganteng@gmail.com
=========================================================
demi keamanan kami akan mengirimkan data pesanan melalui email berikut cara pembayaran dan confirmasinya

Belajar Pada Si Gila

Oleh Zaim Uchrowi
Pernah mendengar cerita katak Kalimantan yang menyeberangi Sungai Barito? Jika belum, cerita yang disampaikan Adi Sasono pada Silaknas ICMI, pekan lalu, layak disimak.

Dalam cerita itu, seorang gila bertemu dengan seorang profesor. Keduanya berbincang tentang katak. Yakni katak Kalimantan yang mampu melompat sejauh 50 cm. "Berapa lompatan yang diperlukan katak Kalimantan itu untuk sampai ke seberang sungai Barito?" tanya si gila itu. Sedangkan lebar Barito adalah 1.250 meter.

Dengan cepat, profesor itu menjawab. "2.500 lompatan," katanya. Menghitungnya sangat mudah. Jika katak itu dapat melompat setengah meter, maka jumlah lompatan yang diperlukan adalah dua kali jarak dalam meter.
Orang gila itu terkekeh-kekeh mendengar jawaban profesor. Yang diperlukan katak itu untuk sampai ke seberang, katanya, hanya dua lompatan. Yang pertama adalah melompat ke air. Setelah itu katak akan berenang. Sampai di ujung, katak baru akan melompat lagi ke daratan.

Saya, Anda, dan kita semua bisa seperti profesor itu. Pandai dalam logika, namun dungu terhadap realita. Dengan logika kita merasa mampu menjawab segalanya. Dengan logika, kita percaya dapat memecahkan seluruh masalah. Apalagi bila kita merasa tak cuma punya logika, namun hafal di luar kepala berbagai teori yang disebut buku-buku teks, dan memiliki segudang pengalaman. Persoalan apa yang tidak dapat kita atasi?
Keadaan bangsa ini sekarang adalah produk cara berpikir gaya profesor itu. Para perancang pembangunan kita sangat percaya pada logika, penguasaan teori, dan pengalamannya sendiri. Itulah kebenaran menurut mereka. Mereka memaksa bangsa ini menerima "kebenaran" itu.

Percaya pada yang cerdik pandai itu, seluruh bangsa lalu menelan bulat resep yang disodorkan. Hasilnya, rupiah terkapar dari Rp 2.500 ke titik Rp 16 ribu per dolar Amerika. Habibie sempat mengatrolnya kembali ke sekitar Rp 6.700. Pemerintahan sekarang yang mengaku kompeten membantingnya lagi ke tingkat Rp 10.500.

Hasilnya pula, rakyat harus memikul beban Rp 600 triliun yang dihamburkan negara untuk "menomboki" kelakuan segelintir konglomerat. Cuma kurang dari Rp 100 triliun kini yang tersisa. Rakyat juga harus menanggung beban hidup akibat tidak berharganya rupiah tersebut. Baik melalui kenaikan harga BBM, tarif listrik, telepon, dan akhirnya seluruh harga barang.

Begitupun para pengambil kebijakan masih merasa benar dengan sikap "lucu"-nya. Mereka sibuk menjual BCA Rp 5 triliun dengan dalih "butuh uang", namun tak menganggap keliru langkah menggerojok bank itu dengan puluhan triliun rupiah. Mereka rela mengorbankan Semen Gresik demi uang receh dari Cemex.

Sikap pemerintahan Jakarta dan Bandung juga "luar biasa". Hari-hari ini, keduanya tengah melancarkan perang besar pada pedagang kaki lima. Kecuali di Glodok yang memang selalu "basah". Itu dilakukan ketika banyak orang terancam PHK. Pemerintah pun tak mampu membuat lapangan kerja.

Saya bukan profesor, bukan pula si gila. Di hari baru ini, kalau harus belajar pada mereka, saya akan belajar dari si gila. Ia, sepertinya, tak punya apa-apa. Namun ia memiliki wisdom, yang membuatnya selalu mampu mencermati realita. Realitalah, bukan kata-kata, yang merupakan kebenaran

Website>> : WWW.DAGANGKU.COM

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Bukti Pengiriman

Bukti Transaksi pengiriman Terakhir, bisa di cek melalui www.jne.co.id(buat calon pembeli yg masih ragu bertransaksi dengan kami, silahkan tanyakan langsung kpd buyer kami di no hp dibawah)

Nama Alamat Phone No Resi Pengiriman(JNE)
TEDI
(modem huawei e3220)
GIIC KOTA DELTAMAS BLOK AA NO 15, CI KODE POS:17811 PT SANKI CRANES INDONESIA City : Jawa Barat - Cikarang Pusat
Postal Code : 17811
085795034926 #2277392890009
DEDI S(Modem vodafone e172) JL Raya Pekapuran gang bhakti 1 kp.babakan rt/rw:007/01 no 34
KEL.Sukatani KECAMATAN. TAPOS
DEPOK - Jawa Barat
Kode Pos : Depok - 16954
083894334181 #2277397150009
FAUZAN
(Modem
Huawei e220)

Desa Sumber Anyar RT 004/ RW 002 Kec Jambe sari
Kabupaten Bondowoso
Jawa Timur - Bondowoso
kodepos : 68263
085236120419 #2341547970004
Nurhadi
(Modem sierra 312u)

Wonorejo Rt 004/ 003
Polokarto Sukoharjo
Jawa Tengah - Sukoharjo
kodepos : 57555
085229340001 #2341557300006
Danny
(Modem sierra 312u)
Jl Ciumbuleuit gg. Suhari, 96c/155a, kel hegarmanah kec cidadap, Jawa Barat - Bandung, kodepos=40141 083199440068 #2341626380007
Muhammad Syafi'i
(modem nokia cs 15)
Pekalongan Rt05 Rw 02, Batealit Jepara, jateng kode pos=59461 081390879090 #2341627200007